PROFIL DESA

Desa Bahoea Reko-Reko

Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali

Jejak Langkah & Sejarah

Desa Bahoea Reko-Reko merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Bungku Barat dan dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi di bidang pertanian, perkebunan, serta peternakan.

Menurut catatan sejarah masyarakat setempat, Desa Bahoea Reko-Reko telah ada sejak sekitar tahun 1947. Pada masa awal terbentuknya desa ini, masyarakat yang mendiami wilayah tersebut sebagian besar datang untuk membuka lahan pertanian dan menetap secara bertahap. Kehidupan masyarakat pada masa itu sangat bergantung pada hasil alam dan kerja sama antarwarga dalam mengelola sumber daya yang ada.


Nama "Bahoea Reko-Reko" berasal dari bahasa Bungku yang memiliki makna tersendiri. Kata "Bahoea" berarti sungai besar, sedangkan "Reko-Reko" berarti banyak orang. Penamaan ini menggambarkan kondisi wilayah yang berada di sekitar aliran sungai besar dan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk bermukim serta mengelola lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan.


Sejak awal pembentukannya, Desa Bahoea Reko-Reko memiliki nilai kebersamaan yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Hal ini tercermin dari semboyan "Mesansafa" yang berarti satu hati. Istilah tersebut dicetuskan oleh tokoh-tokoh masyarakat pada masa awal pembentukan desa sebagai simbol persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun desa.

Pada awal berdirinya, wilayah Desa Bahoea Reko-Reko hanya terdiri dari dua dusun, yaitu Dusun I (Mo'oluno) dan Dusun II (Bahoea). Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya wilayah permukiman, desa ini kemudian mengalami perkembangan administratif hingga berkembang menjadi lima dusun untuk mempermudah pengelolaan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.


Perkembangan Desa Bahoea Reko-Reko semakin terlihat ketika pembangunan mulai masuk ke wilayah Kecamatan Bungku Barat. Infrastruktur dasar seperti jalan desa, fasilitas pendidikan, serta sarana ibadah mulai dibangun untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Mata pencaharian penduduk yang sebelumnya didominasi oleh sektor tradisional seperti nelayan dan petani mulai mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya akses terhadap ekonomi yang lebih luas. Interaksi dengan desa-desa lain serta pengaruh dari perkembangan daerah turut mendorong kemajuan desa ini.

Misi Desa Bahoea Reko-Reko
Misi Desa Bahoea Reko-Reko

Misi Desa

Desa Bahoea Reko-Reko berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan dan gotong royong.

  • Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa kepada masyarakat.
  • Mengembangkan potensi sumber daya alam desa secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Meningkatkan pembangunan infrastruktur desa yang mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
  • Memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Visi Desa

"Terwujudnya Desa Bahoea Reko-Reko yang maju, mandiri, sejahtera, serta berlandaskan pada nilai kebersamaan dan gotong royong dalam pembangunan desa."

  • Desa yang maju, mandiri, dan sejahtera
  • Berlandaskan nilai kebersamaan (Mesansafa — Satu Hati)
  • Semangat gotong royong dalam pembangunan
  • Pemanfaatan potensi desa secara optimal
Visi Desa Bahoea Reko-Reko
Visi Desa Bahoea Reko-Reko

Data Kependudukan

Statistik & Demografi Desa

Ringkasan data kependudukan, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan sosial warga Desa Bahoea Reko-Reko berdasarkan data terkini.

Total Penduduk

2.280

jiwa tercatat

Kepala Keluarga

638

KK terdaftar

Angkatan Kerja

606

dari 5 sektor utama

Fasilitas Pendidikan

11

PAUD, TK, SD, SMP, SMA

Jumlah pekerja per sektor (orang)

Rincian Sektor

Petani
273 45%
Nelayan
115 19%
Karyawan Swasta
100 16.5%
Pedagang
63 10.4%
PNS
55 9.1%

Total: 606 orang bekerja